[PSYCHOFACT #7] POST-ACUTE COVID-19 SYNDROME: Si Bahaya yang mengintaimu!

Post-acute COVID-19 atau yang lebih dikenal dengan istilah Long COVID-19 sendiri merupakan fenomena dimana penderita COVID-19 tetap merasakan sakit atau gejala COVID-19 padahal sudah dinyatakan negatif dari virus tersebut (Alodokter.com). Fenomena ini bahkan terjadi pada salah satu anggota Divisi Bisnis sendiri. Setelah hampir tiga minggu dinyatakan positif COVID-19, kemudian dinyatakan negatif, ada beberapa gejala yang masih terasa, seperti merasa mudah lemas, tidak nafsu makan, dan adanya gangguan indra penciuman (makanan apapun jadi terasa menjijikkan). Bahkan salah satu anggota keluarganya mengalami gangguan pencernaan setelah dinyatakan negatif COVID-19.
Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebutkan bahwa sebanyak 53.7% pasien mengalami gejala Post-acute COVID-19 selama satu bulan, 43.6% selama 1-6 bulan, dan 2,7% lebih dari 6 bulan. Penelitian lain yang dilakukan oleh Nature Medicine terhadap 4.182 kasus, 558 (13.3%) melaporkan mengalami gejala Post-acute COVID-19 selama ≥ 28 hari, 189 (4.5%) ≥ 8 minggu dan 95 (2.3%) ≥ 12 minggu. Post-acute COVID-19 tidak hanya dialami oleh orang yang mengalami gejala berat saat terserang virus COVID-19, namun juga pasien yang tanpa gejala atau OTG.
Dikutip dari berbagai sumber, gejala post-acute COVID-19 itu memang ada beragam. Penyebabnya sendiri sampai sekarang, sayangnya belum diketahui. Contoh gejalanya sendiri berupa batuk, demam, kurang nafsu makan, sakit tenggorokan, sakit kepala, gangguan pencernaan, gangguan indra penciuman. Selain gejala tersebut, seorang penderita post-acute COVID-19 syndrome juga lebih rentan mengalami beberapa penyakit atau gangguan kesehatan lain yaitu:
● Gangguan kesehatan mental (depresi, gangguan kecemasan)
● Gangguan fungsi hati dan ginjal
● Gangguan pembekuan darah
● Gangguan metabolisme
● Gangguan pernapasan (radang paru-paru, pneumonia)
● Gangguan saraf (sindrom GuiLLain-Barre)
● Miokarditis
● Gagal jantung
● Limfadenopati
● Peradangan pada beberapa organ atau jaringan tubuh
Melihat dari berbagai gejala yang ditimbulkan Post-acute COVID-19 Syndrome tidak bisa diremehkan hal yang harus dilakukan dan senantiasa dijaga adalah dengan selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak terhadap sesama, memakai masker bila beraktivitas diluar rumah, rajin mencuci tangan baik menggunakan hand sanitizer ataupun sabun cuci tangan, dan mengurangi kegiatan diluar rumah bila tidak perlu.
Pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan sangatlah membantu dalam mengurangi mata rantai virus COVID-19. Namun hal apa yang dapat dilakukan bila diri sendiri atau kerabat dekat justru mengalami Post-acute COVID-19. Meskipun langkah penanganan dari Post-acute COVID-19 itu sendiri masih butuh banyak pengkajian dan studi lebih mendalam, tetapi terdapat sejumlah hal yang dapat dilakukan dalam menangani syndrome tersebut, menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan olahraga teratur, seperti olahraga ringan setiap hari selama setengah jam. Menjaga pola makan seperti rutin mengkonsumsi buah, sayur, protein daging, susu, dan telur yang dapat dikombinasikan dengan berolahraga. Menghindari keramaian dan segala sesuatu yang menimbulkan sesak nafas pun wajib dilakukan agar semakin meminimalisir terjadinya Post-acute COVID-19.

Daftar Rujukan
Alodokter (2021) Post-acute COVID-19 Syndrome, Waspada dan Kenali Gejalanya. Retrieved 10 June 2021, from https://www.alodokter.com/post-acute-covid-19-syndrome-waspada-dan-kenali-gejalanya
Hanum, Z (2021). Studi : Long Covid-19 Lebih Banyak Dialami Laki-laki. Retrieved 10 June 2021, from https://m.mediaindonesia.com/humaniora/409953/studi-long-covid-19-lebih-banyak-dialami-laki-laki
Sudre, C. H., Murray, B., Varsavsky, T., Graham, M. S., Penfold, R. S., Bowyer, R. C., … & Steves, C. J. (2021). Attributes and predictors of long COVID. Nature Medicine, 27(4), 626-631
Kesehatan.kontan (2021) Mengalami Long Covid Ini Yang Perlu Diperhatikan. Retrieved 10 June 2021, from https://kesehatan.kontan.co.id/news/mengalami-long-covid-ini-yang-perlu-diperhatikan

Follow us on social media :

Tinggalkan Balasan