[PSYCHOFACT #4] Merasa Takut Jika Jauh Dari Smartphone Anda? Apakah itu disebut NOMOPHOBIA (No Mobile Phone Phobia)?

Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) merupakan ketakutan dan kecemasan yang berlebihan saat berjauhan atau tidak membawa smartphone. Nomophobia bisa disebut sebagai kecanduan smartphone. Istilah nomophobia diciptakan selama penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 oleh Kantor Pos Inggris untuk menyelidiki kecemasan penderita pengguna mobile phone.
Orang yang menderita nomophobia selalu hidup dalam kekhawatiran dan selalu cemas dalam meletakkan atau menyimpan smartphone miliknya, sehingga selalu membawanya kemanapun pergi. Penderita nomophobia bahkan dapat memeriksa smartphonenya hingga 34 kali sehari dan sering membawanya hingga ke toilet. Ketakutan tersebut termasuk dalam hal kehabisan baterai, melewatkan telepon atau sms, dan melewatkan informasi penting dari jejaring sosial (Mayasari, 2012 dalam Sudarji, 2018).
Seseorang yang mengalami Nomophobia memiliki gejala berupa:
1) Menghabiskan waktu yang lama,
2) Memiliki smartphone lebih dari satu dan selalu membawa charger kemanapun,
3) Merasa cemas dan gugup ketika tidak menggunakan smartphone atau smartphone tidak berada di dekatnya, Selain itu juga merasa tidak nyaman ketika ada gangguan atau tidak ada jaringan dan saat baterai lemah,
4) Secara terus menerus mengecek smartphone, untuk mencari tahu pesan atau panggilan masuk.Hal ini seringkali disebut ringxiety yaitu perasaan seseorang yang menganggap smartphonenya bergetar atau berbunyi,
5) Menjaga smartphone aktif selama 24 jam,
6) Lebih sering berinteraksi dengan smartphone ketimbang orang lain di sekitarnya karena kurang nyaman bertatap muka dengan orang lain,
7) Mengeluarkan biaya yang besar untuk smartphone yang digunakan bahkan sampai rela berhutang.

Bianchi dan Philip (dalam Yildirim, 2014) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi Nomophobia antara lain:
1) Jenis Kelamin
Penelitian Bianchi dan Philip menjelaskan bahwa laki-laki lebih mungkin dibandingkan perempuan untuk memiliki sikap positif terhadap komputer. Secara logis hal ini menunjukkan bahwa laki-laki akan lebih banyak dari perempuan yang bermasalah dalam penggunaan teknologi. Hasil penelitian oleh Dixit, et al (2010) menunjukkan bahwa diantara 53% laki-laki dan 47% perempuan ditemukan 18,5% bersifat nomophobia.
2) Harga Diri
Orang-orang yang memiliki pandangan diri buruk atau negatife memiliki kecenderungan yang besar untuk mencari kepastian, telepon genggam memberikan kesempatan setiap orang untuk bisa dihubungi kapan saja sehingga tidak mengherankan jika orang-orang mengunakan telepon genngam secara tidak tepat atau berlebihan.
3) Usia
Orang tua kurang memungkinkan dibandingkan orang muda dalam pengunaan teknologi baru. Orang tua cenderung kurang dalam menggunakan teknologi baru sehingga faktor usia dapat mempengaruhi kecenderungan Nomophobia.
4) Extraversi
Ekstraversi lebih rentan terhadap masalah penggunaan telepon genggam dengan alasan bahwa mereka lebih cenderung mencari situasi sosial. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa ekstraversi lebih rentan terhadap pengaruh teman sebaya.
5) Neurotisme
Neurotisme tinggi ditandai dengan kecemasan, kekhawatiran, kemurungan, dan sering mengalami depresi. Kalaskar (2015) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya nomophobia, yaitu tingkat penggunaan, kebiasaan, dan ketergantungan yang berdampak terhadap kecemasan dalam penggunaansmartphone. Penggunaan yang berlebihan memberikan pengaruh terhadap kebiasaan dan menjadikan ketergantungan pada penggunaan smartphone.

Ketidakmampuan individu dalam memanajemen diri ketika menggunakan smartphone dapat menimbulkan beberapa dampak negatif diantaranya ketergantungan smartphone sehingga muncul perasaan gelisah, khawatir, panik, sedih, takut, berkeringat, dan gemetar ketika jauh dari ponsel (Bragazzi & Puente, 2014; King, 2013). Menurut Bivin (dalam sudarji, 2017) sebuah penelitian yang dilakukan di inggris menyatakan 53% pengguna smartphone di Inggris cenderung menjadi cemas ketika ponsel mereka mengalami kendala seperti kehilangan smartphone mereka, kehabisan baterai, atau tidak memiliki jangkauan jaringan. Pada tahun 2012 lembaga survey secure envoy meneliti tentang nomophobia dengan 1.000 responden di inggris. Hasilnya cukup mencengangkan sebanyak dua pertiga responden atau 66 persennya ternyata merasa cemas dan takut untuk jauh dari ponselnya dengan berbagai alasan.
Selain itu, nomophobia dapat mempengaruhi kesehatan, relasi sosial dan psikologis individu. Sinar radiasi pada smartphone dapat mempengaruhi tubuh dan mengakibatkan vertigo, insomnia, leukimia, kanker otak dan kanke rpayudara (Wilantika, 2017 dalam Aziz, 2019). Menurut Yuwanto (2010 dalam Aziz,2019) dampak dari nomophobia ditinjau dari sisi psikologis para penderita nomophobia merasa tidak nyaman atau gelisah ketika tidak menggunakan atau tidak membawa smartphone sedangkan dari sisi relasi sosial penderita nomophobia tidak banyak banyak melakukan kontak fisik secara langsung terhadap orang lain .

Menurut Timothy dalam ( Raypole C, 2019) penangangan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nomophobia, yaitu:
1) Terapi perilaku kognitif
Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT) dapat membantu Anda belajar mengelola pikiran dan perasaan negatif yang muncul ketika tidak memegang ponsel. Melalui CBT, Anda diajak belajar menantang pikiran-pikiran negatif secara logis.
2) Terapi pemaparan
Terapi ini membantu Anda belajar menghadapi ketakutan melalui pemaparan secara bertahap. Dengan menghindari ponsel, ketergantungan dan ketakutan yang Anda rasakan akan perlahan menghilang. Tujuan dari terapi pemaparan bukanlah untuk menghindari penggunaan ponsel sepenuhnya, namun belajar mengatasi rasa takut yang muncul ketika tidak memegangnya.
3) Terapi obat
Untuk mengatasi gejala nomophobia, dokter atau psikiater mungkin akan meresepkan obat anti-kecemasan atau antidepresan. Beberapa obat yang biasa dipakai untuk membantu mengatasi gejala awal kecemasan dan depresi seperti Lexapro, Zoloft, dan Paxil.
Selain beberapa terapi tersebut, ada beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan sendiri untuk membantu mengatasi gejala nomophobia. Beberapa tindakan tersebut, antara lain:
• Mematikan ponsel di malam hari dan menjauhkan dari jangkauan
• Meninggalkan ponsel di rumah ketika keluar rumah dalam waktu singkat
• Meluangkan waktu untuk menghindar dari teknologi dengan melakukan kegiatan seperti berjalan-jalan, menulis, atau membaca buku

Sumber :

Aziz, A. 2019. No Mobile Phone Phobia di Kalangan Mahasiswa Pascasarjana. KONSELI:
Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal), 6(1), 1-10. https://doi.org/10.24042/kons.v6i1.3864

Cherry K. 2020. Nomophobia : The Fear Of Being Without Your Phone. VeryWellMind.
Com. https://www.verywellmind.com/nomophobia-the-fear-of-being-without-your-phone-4781725

Dixit, S., Shukla, H., Bhagwat, A. K., Bindal, A., Goyal, A., Zaidi, A. K., & Shrivastava, A.
2010. A study toevaluate mobile phone dependence among students of a medical college and associated hospital of central India. Indian journal of community medicine: official publication of Indian Association of Preventive & Social Medicine, 35(2), 339.

Gifary, S. Dan Kurnia N., I. 2015. Intensitas Penggunaan Smartphone terhadap Perilaku
Komunikasi. Jurnal Sosioteknologi, 14 (2).

Kalaskar, P.B. 2015. A Study of Awareness of Development of Nomophobia Condition in
Smart Phone user Management Students in Pune city. ASM’s International EJournal on Ongoing Research in Management and IT, 10:320-326.

Soliha, S.F. 2015. Tingkat Ketergantungan Pengguna Media Sosial Dan Kecemasan Sosial.
Jurnal Interaksi, 4 (1) : 1 – 10.

Sudarji, S. 2018. Hubungan antara nomophobia dengan kepercayaan diri. Psibernetika,
10(1). http://dx.doi.org/10.30813/psibernetika.v10i1.1041

Yildirim, C. 2014. Exploring the dimensions of nomophobia: Developing and validating a
questionnaire using mixed methods research.

Raypole C. 2019. Afraid Of Losing Your Phone? There’s A Name Of That : Nomophobia.
Healthline. https://www.healthline.com/health/anxiety/nomophobia
Women’s shoes – adidas hermosa mesh backpack purple and blue color , GiftofvisionShops – Fitness – adidas nite jogger kids – Sports shoes | Grailify – womens nike wool free 5.5 size – Nike Blazer Mid Vintage 77 White Pastel

Follow us on social media :

Tinggalkan Balasan