[#PSYCHOFACT Vol.2] Prokrastinasi Akademik: Sebentar Sebentar, Tugas Terlantar

Pandemi Covid-19 membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan yang menghimbau masyarakat agar stay at home dan dalam bidang pendidikan kita harus belajar dari rumah. Belajar dari rumah punya nama kerennya yaitu “Kulon” berarti kuliah online atau sekolah daring bagi siswa. Semua kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online atau daring mulai dari penyampaian materi belajar, penugasan, pengumpulan tugas, sampai dengan ujian. Karena serba serbi online ini membawa efek samping bagi pelajar dan mahasiswa. Nah, kalian tau gak efek sampingnya apa?. Yup, efek sampingnya adalah prokrastinasi, lebih tepatnya prokrastinasi akademik.

Yuk, simak psychofact kali ini mengenai prokrastinasi akademik di masa pandemi.

Kalian pernah gak sih berpikir seperti ini ketika mau belajar dan mengerjakan tugas : “Liat MV K-Pop dulu deh sebentar aja baru belajar”, “Baca Webtoon dulu ah baru nugas”, “sebentar, sebentar ya tugas. Aku main PUBG dulu, sebentar”, dan “Oh, deadline masih lama. Bentar deh rebahan dulu. Besok aja kali ya dikerjakan”, dan sebentar-sebentar yang lain sampai akhirnya tugas-tugas terlantar semua. Duh, kalau tugas punya perasaan pasti sedih karena diabaikan terus. Nah, kalau kalian pernah berpikir hal-hal tersebut bisa jadi kalian ada tanda-tanda prokrastinasi nih.

Apa itu prokrastinasi? Prokrastinasi berasal dari bahasa latin procrastinare yaitu pro yang berarti maju kedepan, bergerak maju dan crastinus berarti besok sehingga dari kata prokrastinasi bisa diartikan lebih suka menyelesaikan tugasnya besok daripada hari ini. Orang yang melakukan prokrastinasi disebut prokrastinator. Prokrastinasi adalah penundaan dalam memulai ataupun menyelesaikan kinerja secara keseluruhan untuk melakukan aktivitas lain yang tidak berguna dan tidak penting sehingga kinerja menjadi terhambat. Prokrastinasi merupakan perilaku yang tidak disiplin dalam penggunaan waktu. Sehingga, prokrastinasi akademik yaitu penundaan dalam memulai atau menyelesaikan tugas-tugas akademik.

Nah perlu kalian ketahui bahwa ada beberapa penyebab yang membuat kita akhirnya menunda-nunda tugas kita, diantaranya:
1. Faktor internal
Faktor dari internal adalah kondisi fisik dan psikologis individu seperti kesehatan, regulasi emosi, efikasi diri dan keyakinan diri (Ferrari, 2010; Asri, Setyosari, Hitipeuw, & Chusniyah, 2017). Biasanya nih pikiran kita jika diberi tugas selalu ada saja alasannya untuk menunda, contohnya, rasa malas, motivasi untuk mengerjakan tugas yang rendah, banyak bermain HP (apalagi sekarang ada TikTok yang akhirnya jari-jari kalian malah scrollll terus), merasa deadline tugas yang masih lama sehingga kita terlalu menunda. Nah, contoh tadi adalah contoh bagaimana faktor internal khususnya pemikiran kita yang menjadi penyebab prokrastinasi.

2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor penyebab yang datang dari luar, seperti tugas yang terlalu sulit (Ferrari, 2010; Shalev,2018). Ada lagi nih penyebab yang datang dari luar diri kita, diantaranya, dosen terlalu memberikan tugas yang terlalu banyak, dosen tidak memberikan penjelasan yang cukup jelas tentang materinya, sulitnya mendapatkan referensi, nah yang terakhir ini paling relate yaitu ada teman yang menemani untuk menunda-nunda juga (jadi membuat kita semakin yakin untuk menunda bersama-sama).

Prokrastinasi bisa dicegah ngga? Bisa dong. Berikut beberapa tips untuk mencegah prokrastinasi, yuk disimak!
1. Membuat Skala Prioritas
Hal ini dapat dilakukan dengan membuat list kegiatan yang akan dilakukan pada satu hari, dimana list tersebut diurutkan berdasarkan urgensi yang paling tinggi ke paling rendah. Dengan adanya skala prioritas, tentu dapat membuat diri kita lebih fokus pada satu hal di satu waktu.
2. Mulai Sekarang!
Dikarenakan sudah terdapat list kegiatan yang berdasarkan skala prioritas, langkah selanjutnya yaitu mengerjakannya. Karena, percuma kan sudah bikin skala prioritas kalau tidak dilakukan.
3. Memberikan Apresiasi dan Sanksi Pada Diri Sendiri
Kalau list kegiatan berhasil dilakukan, hargai diri dengan memberi hadiah pada diri sendiri atau self reward. Hadiah tidak harus besar, yang penting bisa bikin bahagia. Namun, segala sesuatu harus seimbang ya, kalau dalam hari itu list kegiatan tidak berhasil dilakukan, kasih sanksi atau hukuman buat diri sendiri biar ga mudah melanggar list kegiatan yang sudah dibuat.

Boleh kok untuk kita beristirahat dari penatnya tugas, tapi jangan sampai tugas itu jadi terlantar dan berakhir telat dikumpulkan, lebih buruknya lagi tidak dikerjakan. Semangat.

Sumber :
________. 2020. Kemendikbud Terbitkan Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah 29
Mei 2020.

Adi, N. N. S., Oka, D. N., & Wati, N. M. S. (2021). Dampak Positif dan Negatif Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1).

Handoyo, A.W., Afiati, E., Khairun, D.Y., & Prabowo, A.S. (2020). Prokrastinasi Mahasiswa selama Masa Pembelajaran Daring. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, 3(1).

Sudarko, Fauziatun Nabila. (2020). “Kuliah Online? Awas Diserang Prokrastinasi”, https://gensindo.sindonews.com/berita/2192/1/kuliah-online-awas-diserang-prokrastinasi.
new nike football boots 2012 2017 – 002 – Nike Air Max 270 ESS Ανδρικά Παπούτσια Γκρι / Λευκό DM2462 | nike dunk force wedge , Air Jordan 1 Trainers — Ietp

Follow us on social media :

Tinggalkan Balasan