Technology Without Technoference: Tips Menggunakan Teknologi Untuk Hubungan Jarak Jauh

Teman-teman mungkin pernah makan malam bersama seseorang yang spesial, kemudian smartphone kalian berdering, tentu kalian akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan smartphone masing-masing daripada bercengkerama dengan seseorang di hadapan kalian, kan? Atau… ketika teman-teman selesai mengerjakan ujian yang sulit banget, kemudian kalian ingin curhat ke teman dekat kalian. Sekian lama bercerita, kalian malah asyik bermain gadget dan terkesan cuek satu sama lain. Respon yang kalian berikan ala kadarnya, seperti “hmm” dan “ya.. ya..”. Tentu hal ini tidak menyenangkan, bukan?

Kedua contoh tersebut adalah gambaran dari technoference, yaitu ketika media sosial atau teknologi mengurangi kualitas interaksi antarindividu (McDaniel & Coyne, 2016).
Disadari atau tidak, media sosial berdampak negatif bagi interaksi kita. Misalnya, ketika kita scrolling postingan Instagram sembari membicarakan suatu rencana dengan pasangan, pasti pasangan kita akan bertanya-tanya dan menganggap bahwa kita tak sepenuhnya perhatian kepadanya. Memang, kita tidak berniat seperti itu, tetapi penelitian membuktikan bahwa technoference seperti itu dapat mengurangi kepuasan berhubungan dan memicu konflik (McDaniel et. al., 2018). Ditambah lagi, sulit bagi kita untuk melakukan multitasking (Ralph et. al., 2014), salah satunya ketika kita kehilangan informasi berharga yang mungkin dapat meningkatkan romantisme berhubungan.
Well, semakin sering kita mengalami technoference, semakin kecil kesempatan kita menikmati quality time, terutama bersama pasangan.

Membuat Batasan Sehat dengan Teknologi
Nah, kalau kita sudah tahu dampak technoference, apa yang harus kita lakukan?
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan waktu luang yang paling memungkinkan untuk berkirim pesan atau melakukan panggilan.
Kalau tidak ditentukan sama sekali, kalian bisa melakukan self-talk: “Bisakah aku menunggu?”; Adakah hal lain yang bisa kulakukan selain menunggu chat dari pacarku?”; “Apakah aku mengirim chat di waktu yang tidak tepat?”
Memang, kalian sama sekali tidak berniat buruk kepada pasangan kalian, tetapi tindakan kalian bisa jadi dimaknai lain, terutama ketika pasangan kalian membutuhkan dukungan dan kalian tidak mampu memberi perhatian secara maksimal. Sedih, bukan?

Teknologi yang Memperkuat Hubungan
Teknologi bukan sesuatu yang buruk. Menurut Coyne (2011), teknologi bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hubungan romantis, seperti untuk berkirim pesan setiap hari, melakukan panggilan suara maupun video ketika berjauhan, atau sekadar mencatat hari ulang tahun masing-masing.
Kalian juga bisa lho menggunakan teknologi sebagai sarana menyalurkan hobi sekaligus mencari hiburan bersama (Motley, 2008). Sebagai contoh, kita bisa streaming film bersama seminggu sekali, saling berkirim meme dan candaan, atau bermain game bersama (istilah kerennya sih, mabar). Banyak sekali bukan cara memperkuat hubungan melalui teknologi?

***

Pada akhirnya, teman-teman sendiri yang menentukan, apakah teknologi mampu memperkuat atau memperlemah hubungan kita dengan pasangan. Lakukan komunikasi secara sadar dan penuh perhatian, apalagi ketika kondisi saat ini kurang memungkinkan untuk bertemu secara langsung.

DAFTAR PUSTAKA
Coyne, S. M., et. al. (2011). “I luv u :)!”: A descriptive study of the media use of individuals in romantic relationships. Family Relations, 60(2), 150—162
McDaniel, B. T. & Coyne, S. M. (2016). Technoference: The interference of technology in couple relationships and implications for women’s personal and relational well-being. Psychology of Popular Media Culture, 5(1): 85
McDaniel, B. T., et. al. (2018). Technoference and implications for mothers’ and fathers’ couple and coparenting relationship quality. Computers in Human Behavior, 80, 303—313
Motley, M. T. (2008). Studies in Applied Interpersonal Communication. Thousand Oaks: SAGE Publications
Ralph, B. C. W., et. al. (2014). Media multitasking and failures of attention in everyday life. Psychological Research, 78, 661—669

By : Muhammad Iqbal Fakhrul Firdaus (2017)adidas team water bottles for sale craigslist 2017 | Buy Online – mens nike air max 90 mickey mouse costume for boys – Ietp – Nike Air Max 90 for Men & Women

Follow us on social media :

Tinggalkan Balasan