[PSYCHOFACT] Psychology First Aid? Apakah itu?

 

Menurut Everly, Psychology First Aid adalah serangkaian keterampilan yang bertujuan untuk mengurangi distress dan mencegah munculnya perilaku tampilan kondisi kesehatan mental negatif yang disebabkan oleh bencana atau situasi kritis yang dihadapi individu (2006). Mudahnya, Psychology First Aid (PFA) adalah suatu cara untuk memberikan dukungan emosional yang bersifat praktis, suportif, dan humanis. PFA biasa digunakan untuk menolong orang yang mengalami tekanan karena bencana. Pemberiannya dilakukan segera setelah bencana terjadi, dengan pendekatan yang tidak memaksa dan disesuaikan dengan nilai-nilai yang berlaku. Apa tujuannya? PFA bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari suatu bencana yang menyebabkan pengalaman traumatis dan membenatu menguatkan fungsi adaptif pada diri manusia.

Setelah sebuah bencana terjadi, bisa jadi korban yang selamat mengalami shock dan gagal untu melakukan pemanggilan kembali segala informasi mengenai peristiwa yang menimpanya ketika diwawancarai, kecuali menceritakannya pada orang yang dipercayai oleh korban dan mau menemaninya sampai ia merasa nyaman. Di sinilah peran PFA dibutuhkan dengan memberikan bantuan yang didapat dari orang terdekat korban. PFA bisa dilakukan oleh siapapun yang telah memiliki pengetahuan atau mendapat pelatihan PFA, termasuk masyarakat awam yang telah memiliki pengetahuan dan mendapatkan pelatihan PFA. Keterampilan PFA ini akan sangat berguna bila dimiliki oleh mereka yang bekerja dalam kegiatan merespon kejadian krisis dan rentan terhadap pengalaman yang traumatis seperti pekerja kemanusiaan, tenaga medis, polisi, dll. Ketika kita menemui korban, maka respon yang akan kita dapat akan bermacam – macam, sehingga kita harus bersikap fleksibel dan simpatik.

PFA sebagai serangkaian keterampilan perawatan dasar yang bersifat praktis dapat dipergunakan juga dalam aspek kehidupan sehari‐hari lainnya, seperti mengatasi situasi atau pengalaman sulit yang dialami seseorang atau komunitas.  Namun dalam penanganan bencana, pemberian PFA saja sebagai bentuk intervensi krisis tentu tidaklah cukup. Dalam hal ini ada dua aspek yang perlu diperhatikan, aspek horizontal dan vertikal.

Pada aspek horizontal, layanan PFA tidak dapat dilepaskan dari layanan lainnya yang diberikan pada saat bencana seperti pemenuhan kebutuhan medis, makanan, penyediaan tempat tinggal sementara, sanitasi, air bersih, dan yang lainnya. Diperlukan koordinasi dengan layanan‐layanan tersebut. Sedangkan pada aspek vertikal, PFA berhubungan erat dengan layanan dukungan psikososial maupun kesehatan jiwa yang lebih spesifik, seperti konseling atau teknik‐ teknik terapi tertentu.

By : Divisi Sosial BEM FPPsi UM

Sumber :

Cahyono, Wahyu. “Psychological First Aid dan Pengembangannya dalam Penanggulangan Bencana”. 15 Agustus 2018. https://puskris.psikologi.ui.ac.id/wp-content/uploads/sites/89/2017/08/PFA-2-PFA-dan-Pengembangannya-Dalam-Penanggulangan-Bencana-Wahyu-Cahyono.pdf

 

Everly, dkk. “Psychological First Aid”. 15 Agustus 2018. http://staff.ui.ac.id/system/files/users/nathanael.elnadus/material/pfadepkes.pdfnike shox mens australia women soccer players – White – DA8301 – 101 – Nike Air Force 1 ’07 LX Women’s Shoe | nike dunk sb tiffany high chair cover sale – 010 – Nike Sportswear Swoosh Pants BLACK/WHITE/BLACK/WHITE CJ4873

Follow us on social media :

Tinggalkan Balasan