Divisi Sosial mengabdi

JKJT (Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur) merupakan salah satu komunitas yang bergerak dibidang sosial di kota malang. Program yang di canangkan oleh komunitas ini adalah menjaring anak anak jalanan yang kurang beruntung. Menjaring disini adalah mewadahi dan memberikan kesempatan kepada  anak anak jalanan yang kurang beruntung untuk mengenyam pendidikan.

 

 

Kami sebagai tim pengabdian masyarakat mengambil fokus pengabdian disalah satu cabang JKJT yaitu didaerah Muharto.  Dari hasil observasi yang telah kami lakukan pada tanggal 8 oktober 2018 pukul 9.30-11.30 WIB kami menemukan bahwa di daerah muharto terdapat 50 anak didik dan 5 relawan tetap. Jenjang pendidikan anak anak yang berada di muharto beragam, dari paud,tk,sd sampai smp dan terdiri dari laki-laki serta perempuan. Anak anak disana memiliki perilaku yang berbeda beda. Perilaku yang ditampillan anak anak tersebut diantaranya agresi, atitude yang kurang baik dan sedikit lambat dalam belajar. Serta terdapat masalah yang dialami anak anak didaerah muharto seperti motivasi belajar yang rendah.

Perilaku Agresi ini tidak dilakukan oleh seluruh anak anak. Tetapi ada 2 anak yang terlihat menonjol melakukan agresi. Agresi yang dilakukan kedua anak ini berupa memukul, menendang. Agresi ini muncul ketika kedua anak berada pada situasi belajar yang sama, lalu anak A memberikan stimulus berupa verbal yang menyakitkan kepada anak B sehingga anak B merasa tidak terima lalu merespon dengan balasan fisik seperti memukul.

Atitude yang kurang baik yang dimaksudkan disini berupa bahasa yang kurang baik yang dilontarkan anak anak ketika bertemu temannya. Lambat belajar yang dimaksudkan adalah terjadinya penundaan kenaikan kelas yang dialami dikarenakan motivasi yang rendah.

Kunjungan yang kedua dari BEM Fakultas Pendidikan Psikologi ke Rumah belajar JKJT (Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur) di daerah Muharto tepatnya jalan Blitar. Hari ini agenda kita seperti biasa, yaitu mendampingi adik-adik yang ada di rumah belajar untuk mengerjakan PR dari sekolah serta membantu mereka untuk belajar, seperti menghitung, menulis, membaca, bahasa inggris, dan lain-lain. Namun, pada pertemuan ini kita memiliki PR dari pertemuan sebelumnya yaitu memberikan perhatian khusus pada beberapa anak yang belum bisa membaca.

Hari ini semua berjalan seperti sebelumnya, semua anak sangat antusias untuk kegiatan belajar mengajar, meskipun ada beberapa anak juga yang malah mengganggu teman yang lain. Relawan pengajar pada hari ini pun bertambah beberapa orang, baik dari BEM Fakultas Pendidikan Psikologi maupun dari universitas ataupun masyarakat lain yang peduli dengan anak-anak di daerah tersebut. Proses belajar berlangsung dengan lancar, tetapi di tengah-tengah proses tersebut ketika ada anak yang bertengkar dengan teman yang lain, tiba-tiba ada satu orang tua yang datang menghampiri dan menarik telinga dari anak yang bertengkar tersebut. Sontak kejadian tersebut membuat kaget para relawan yang sedang mengajar di tempat. Meninggalkan kejadian tersebut, untuk tugas memberikan perhatian khusus pada anak yang belum bisa membaca sudah terlaksana. BEM Fakultas Pendidikan Psikologi menggunakan teknik belajar membaca seperti yang ada di sekolah. Memberikan gambar pada tiap rangkaian kata yang akan dibaca oleh anak-anak. Cara yang lain juga dengan memberikan bimbingan khusus pada mereka di tempat yang berbeda dengan anak-anak yang lain. Hal tersebut dimaksudkan supaya anak-anak yang belajar membaca dapat berkonsentrasi lebih dan tidak terganggu dengan teman yang lain karena seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa agresivitas anak-anak di daerah tersebut sangat tinggi. Apabila mereka mendapat agresi dalm bentuk verbal, mereka akan membalas dengan agresi dalam bentuk fisik.

Di akhir pertemuan, kami melakukan sesi foto sebagai dokumentasi bagi pengurus rumah belajar JKJT maupun bagi kami sebagai laporan. Anak-anak sangat antusias ketika kami mengeluarkan kamera dari dalam tas. Setelah sesi foto telah selesai, kami pulang dan melakukan evaluasi dari kunjungan hari ini. Evaluasi yang didapat ada dua, yaitu: (1)masih membutuhkan cara lain untuk membantu beberapa anak yang belum bisa membaca karena cara yang kami gunakan masih belum efektif, hal tersebut juga didukung karena kurangnya motivasi belajar dari si anak tersebut; (2) kurangnya contoh yang baik dari orang tua yang ada di daderah tersebut, hal itu bisa dilihat pada kejadian yang ada di tengah-tengah proses belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *